Showing posts with label Scientist. Show all posts
Showing posts with label Scientist. Show all posts

Wednesday, May 29, 2013

Mengenal Inovasi Bahan Bakar Nuklir


Teknik Difraksi Neutron dalam Analisis Fasa dan Sifat Kekerasan Paduan ZrNbMoGe 
untuk Kelongsong Bahan Bakar Nuklir

Oleh:  Dr. Parikin, Dr. B. Bandriyana dan Dr. A. H. Ismoyo
(BATAN)

Bahan bakar nuklir adalah semua jenis material yang dapat digunakan untuk menghasilkan energi nuklir, demikian bila dianalogikan dengan bahan bakar kimia yang dibakar untuk menghasilkan energi. 

Hingga saat ini, bahan bakar nuklir yang umum dipakai adalah unsur berat fissi yang dapat menghasilkan reaksi nuklir berantai di dalam reaktor nuklir;Bahan bakar nuklir dapat juga berarti material atau objek fisik (sebagai contoh bundel bahan bakar yang terdiri dari batang bahan bakar yang disusun oleh material bahan bakar, bisa juga dicampur dengan material struktural, material moderator atau material pemantul (reflector) neturon. 

Bahan bakar nuklir fissil yang seirng digunakan adalah 235U dan239Pu, dan kegiatan yang berkaitan dengan penambangan, pemurnian, penggunaan dan pembuangan dari material-material ini termasuk dalam siklus bahan bakar nuklir. Siklus bahan bakar nuklir penting adanya karena terkait dengan PLTN dan senjata nuklir.





Proses dan Siklus Bahan Bakar Nuklir

The most common fissile nuclear fuels are uranium-235 (235U) and plutonium-239 (239Pu). The actions of mining, refining, purifying, using, and ultimately disposing of nuclear fuel together make up the nuclear fuel cycle.

Not all types of nuclear fuels create power from nuclear fission. Plutonium-238 and some other elements are used to produce small amounts of nuclear power by radioactive decay in radioisotope thermoelectric generators and other types of atomic batteries. Also, light nuclides such as tritium (3H) can be used as fuel for nuclear fusion.

Nuclear fuel has the highest energy density of all practical fuel sources.


According to the International Nuclear Safety Center the thermal conductivity of uranium dioxide can be predicted under different conditions by a series of equations.
The bulk density of the fuel can be related to the thermal conductivity
Where ρ is the bulk density of the fuel and ρtd is the theoretical density of the uranium dioxide.
Then the thermal conductivity of the porous phase (Kf) is related to the conductivity of the perfect phase (Ko, no porosity) by the following equation. Note that s is a term for the shape factor of the holes.
Kf = Ko(1 − p/1 + (s − 1)p)
Rather than measuring the thermal conductivity using the traditional methods in physics such as Lees' disk, the Forbes' method or Searle's bar it is common to use a laser flash method where a small disc of fuel is placed in a furnace. 

After being heated to the required temperature one side of the disc is illuminated with a laser pulse, the time required for the heat wave to flow through the disc, the density of the disc, and the thickness of the disk can then be used to calculate and determine the thermal conductivity.
λ = ρCpα
If t1/2 is defined as the time required for the non illuminated surface to experience half its final temperature rise then.
α = 0.1388 L2/t1/2
  • L is the thickness of the disc

Semoga Bermanfaat

Photo oleh: A.N. at Nuclear Energy Conference 

Sumber:




http://nuclearscienceandtechnology.blogspot.com/  (Sekolah Sains dan Teknologi Nuklir)

http://ocw.mit.edu/courses/nuclear-engineering/ (Nuclear Engineering OpenCourseWare from MIT)

http://fisika.upi.edu/ (Jurusan Pendidikan Fisika, FPMIPA Universitas Pendidikan Indonesia)

Wednesday, May 22, 2013

Pembangkit Listrik Tenaga Fusi Nuklir

Para Ilmuwan Indonesia Pasti Bisa Membangun Reaktor Fusi untuk Penelitian di masa Depan

Cieeeee Ehem Meng-Gaya di Depan Papan Tulis Nich @_@

Intro:

Fusion power is the power generated by nuclear fusion processes. In fusion reactions, two light atomic nuclei fuse together to form a heavier nucleus (in contrast with fission power). In doing so they release a comparatively large amount of energy arising from the binding energy due to the strong nuclear force which is manifested as an increase in temperature of the reactants. Fusion power is a primary area of research in plasma physics.


Buku Putih Penelitian, Pengembangan Dan Penerapan Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi Energi Baru Dan Terbarukan Untuk Mendukung Keamanan Ketersediaan Energi Tahun 2005 - 2025

Disusun oleh:
Prof. Ir. Kusmayanto Kadiman, M.Sc., Ph.D.
[Seorang Ilmuwan Fisika Nuklir, Mantan Rektor dan Menteri Negara Riset-Teknologi]

Unduk Buku Putih Energi dari BATAN


Naiknya harga minyak mentah boleh jadi membawa berkah besar bagi negara-negara pengekspor minyak seperti OPEC. Namun di lain pihak, terutama negara-negara industri maju, kenaikan harga minyak dapat membawa bencana besar bagi perekonomian mereka. 

Sumber bahan bakar alternatif yang handal selain bahan bakar fosil ini memang merupakan impian bagi mereka. Tidak dapat dipungkiri bahwa bahan bakar minyak (BBM) merupakan sumber energi terbesar yang dimanfaatkan manusia, terutama untuk masalah transportasi. 

Namun, tidak dapat dipungkiri pula bahwa BBM akan segera habis jika pola kenaikan pemakaian BBM seperti saat ini tidak dapat diubah. Di sisi lain, dengan gaya hidup manusia sekarang pembakaran BBM telah meningkatkan kadar CO2 di atas permukaan bumi yang memicu efek rumah kaca berupa kenaikan temperatur dan cenderung untuk mendestabilisasi pola cuaca. 

Sumber energi batubara yang menjadi andalan banyak negara (karena cadangan cukup berlimpah) memiliki dampak lingkungan yang jauh lebih besar. Sementara itu, teknologi energi terbarukan yang ramah lingkungan seperti energi surya, air, angin, pasang surut, biomassa, dan geotermal sudah secara masif dikembangkan.

Namun kelemahan energi jenis ini adalah pada masalah efisiensi serta cadangan sumber yang bervariasi di atas permukaan bumi. 

Beberapa di antaranya seperti energi surya, air dan angin, sangat dipengaruhi oleh pola cuaca setempat.

Dengan teknologi yang ada saat ini, energi-energi tersebut dapat memenuhi kebutuhan negara-negara dengan populasi yang tersebar, namun sulit untuk menyediakan energi bagi populasi padat terkonsentrasi dengan kebutuhan energi per jiwa cukup tinggi seperti di negara-negara industri. 

Energi nuklir fisi (nuklir konvensional yang ada sekarang) dapat dianggap sebagai solusi intermediate karena cadangan bahan bakarnya cukup berlimpah. Namun, isu radiasi serta limbah nuklir yang menjadi sangat sensitif di masyarakat (serta sering dipolitisir) telah secara signifikan menekan perkembangan teknologi jenis ini. Apalagi jika dikaitkan dengan isu terorisme, tampaknya masa depan energi nuklir fisi sulit diramalkan menjadi baik. 


Para Ilmuwan Sedang Membangun Reaktor Fusi di ITER Prancis

Reaksi Fusi dan Keunggulannya

Reaksi fusi merupakan reaksi yang membuat matahari serta bintang-bintang di jagat raya ini bercahaya. Reaksi jenis ini hanya dapat berlangsung jika temperatur, tekanan dan kerapatan bahan bakar ekstrim tinggi. Di dalam inti matahari, misalnya, temperatur antara 15 - 20 juta derajat Celsius, tekanan gravitasi sekitar seperempat triliun atmosfir, serta kerapatan yang mencapai delapan kali kerapatan emas, telah menjamin berlangsungnya fusi inti-inti hidrogen menjadi inti helium secara kontinu selama milyaran tahun. 

Temperatur dan tekanan ekstrim tersebut diperlukan dalam reaksi fusi untuk mengatasi gaya tolak menolak Coulomb akibat muatan proton yang menjadi luar biasa besar untuk jangkauan reaksi nuklir. Pada bintang-bintang yang lebih besar, temperatur, tekanan dan kerapatan mereka dapat lebih besar dari angka-angka di atas. Tentu saja kondisi tersebut sulit dicapai di atas permukaan bumi, sehingga proses lain harus dicari. 

Nukleus-nukleus ringan yang memiliki energi ikat rendah cenderung untuk berfusi menjadi nukleus yang lebih berat karena energi ikatnya lebih tinggi. Tingginya energi ikat menggambarkan kestabilan nukleus. Sebaliknya, dengan alasan yang sama, nukleus berat (misalnya 239Pu) cenderung untuk berfisi (pecah) menjadi nukleus-nukleus yang lebih ringan. 

Salah satu reaksi fusi yang saat ini serius dipertimbangkan adalah penggabungan nukleus deuterium (D) dan tritium (T). Reaksi DT ini memiliki peluang lebih besar dibandingkan dengan reaksi DD atau Da (a adalah nukleus helium). Selain itu cadangan bahan bakar (D dan T) sangat berlimpah. 

Deuterium dapat diekstraksi dari air melalui metode elektrolisis. Setiap satu meter kubik air mengandung 30 gram deuterium, sehingga jika seluruh listrik di muka bumi ini dibangkitkan oleh reaktor fusi maka cadangan deuterium akan mencukupi kebutuhan lebih dari sejuta tahun. Tritium tidak tersedia secara alami, melainkan harus diproduksi (dibiakkan) dalam reaktor dengan lithium. 

Lithium adalah metal yang paling ringan yang cukup banyak ditemukan pada kulit bumi serta dalam konsentrasi rendah di lautan. Cadangan lithium yang telah diketahui hingga saat ini dapat mencukupi kebutuhan selama lebih dari 1000 tahun.


Arc Reactor the Fictional Power Source
[Reaktor Fusi Mini Buatan Tony Stark]

Lithium akan dibuat menjadi selimut (blanket) reaktor seperti diperlihatkan pada Gambar 1. Reaksi fusi DT akan menghasilkan  a  dan neutron n. Neutron ini akan bergerak keluar plasma (atom-atom helium dan tritium yang telah kehilangan elektron akibat temperatur sangat tinggi) dan diserap oleh selimut  lithium yang selanjutnya menghasilkan T dan a. Kedua jenis reaksi tersebut berlangsung bergantian menghasilkan energi yang dapat diserap oleh dinding reaktor,


D + T --> alpha + n + energi
n + Li --> alpha + T + energi

Keuntungan lain reaktor fusi adalah rendahnya problem sampah nuklir. Dari semua bahan bakar fusi hanya tritium  yang radioaktif dengan waktu paruh (half life) 12,5 tahun. Sampah radioaktif yang serius di sini hanyalah material dinding reaktor yang menjadi radioaktif karena dihujani oleh partikel neutron. Namun radioaktivitas yang ditimbulkan akan 'cepat sekali' stabil, dalam kasus terburuk kurang dari 100 tahun.
Bandingkan dengan sampah reaktor fisi konvensional yang tetap radioaktif setelah jutaan tahun. Dengan demikian mayoritas sampah fusi dapat dikubur tidak terlalu dalam dan dapat relatif dengan cepat dilupakan.

Selain itu reaksi fusi secara inheren sangat aman. Kegagalan dalam bentuk apapun akan cepat mengkontaminasi plasma dalam reaktor yang berakibat padamnya reaksi fusi. Tidak ada reaksi berantai di sini yang dapat tumbuh secara eksponensial akibat kegagalan pengendalian titik kritis seperti pada reaktor fisi.

Dari penjelasan tersebut tampak bahwa reaktor fusi merupakan pembangkit energi (listrik ataupun termal) impian. Tidak ada emisi CO atau CO2 dan dampak lingkungannya jauh di dalam batas toleransi. Meski demikian masih banyak problem yang harus dipecahkan ilmuwan sebelum reaktor fusi dapat beroperasi secara komersial.

Yang sangat penting saat ini adalah bagaimana melahirkan para Ilmuwan dan Engineer yang handal dalam bidang Energi Nuklir?

Sumber:

Prof. Dr. rer. nat. Terry Mart, M.Sc.

ITER

https://en.wikipedia.org/wiki/Fusion_power

Kunjungi Juga:

National Fusion Laboratory [Sebuah Ide Pembuatan Reaktor Fusi Nuklir Riset di Indonesia]

To Be Continued

Sunday, April 28, 2013

IPTEK Reaktor dan Keselamatan Nuklir


"Seorang Ilmuwan Sedang Menjelaskan Karya Poster Ilmiahnya Kepada Para Pengunjung"



Makalah Undangan:
  1. “Arah Kebijakan Penelitian dan Pengembangan Teknologi Nuklir”,
    Prof. Dr. Djarot S. Wisnubroto (Kepala BATAN)  pdf (3051K)
  2. “Peran Dunia Pendidikan Dalam Memajukan Teknologi PLTN di Indonesia”,
    Dr. Ade Gaffar Abdullah (UPI - Bandung)  pdf (8962K)
  3. “Nuclear Power Accident at TMI, Chernobyl and Fukushima Daiichi”
    Dr. Toshio WAKABAYASHI (JAIF International Cooperation Center) pdf (12285K)
  4. “Management of Radioactive Waste Generated by Fukushima NPP Accident”
    Mr. Yutaka KAWAKMI (JAIF International Cooperation Center) pdf (13548K)


Visi 

Menjadi inovator dan pendukung teknis bidang teknologi dan keselamatan reaktor nuklir 

Misi 

Melaksanakan litbang desain reaktor riset inovatif 
Melaksanakan litbang desain reaktor daya maju kogenerasi 
Melaksanakan kajian desain teknis dan keselamatan PLTN tipe PWR 
Mengoptimalkan fasilitas dan infrastruktur litbang

Video: Nuclear Power Plant Safety, Tomorrow-Today


Photo by: A.N at Nuclear Energy Conference

Ucapan Terima Kasih Kepada:


Kak Rezy Pradipta, Ph.D.


(Alumni Tim Olimpiade Fisika Indonesia, Belajar di Department of Nuclear Science & Engineering at MIT)

Prof. Mujid S. Kazimi, Ph.D. (Director, Center for Advanced Nuclear Energy Systems MIT)

Prof. Djarot Sulistio Wisnubroto, M.Sc., D.Sc. (Presiden BATAN)

Kak Iqbal Robiyana, S.Pd. (Founder Center for Nuclear Education at Indonesia University of Education)

Teh Nina Widiawati, S.Pd. (Mahasiswa S2 Bidang Peminatan Fisika Nuklir)

Teh Fitria Miftasani, S.Pd. (Mahasiswa S2 Bidang Peminatan Fisika Nuklir)


Kunjungi Juga:



http://nuclearscienceandtechnology.blogspot.com/  (Sekolah Sains dan Teknologi Nuklir)


http://ocw.mit.edu/courses/nuclear-engineering/ (Nuclear Engineering OpenCourseWare from MIT)


Sumber:

1. http://www.batan.go.id/ptrkn/

2. http://fpmipa.upi.edu/


Sunday, March 31, 2013

Makalah Ilmiah Iptek Nuklir


"Mengikuti Sesi Pemaparan dan Diskusi Makalah Ilmiah Iptek Nuklir"

Makalah Peserta

EVALUASI KESELAMATAN TERHADAP BAHAYA EKSTERNAL PADA KONDISI PADAM UNTUK AP1000 DAN VVER1200,

Oleh: Dr. D. T. Sony Tjahyani, p57-66.  pdf (259K)


EVALUASI PARAMETER NEUTRON KASIP REAKTOR PWR AP1000,

Oleh: Dr. T.M. Sembiring dan S. Pinem, p.  pdf (233K)

ANALISIS DISTRIBUSI FLUKS DAN SPEKTRUM NEUTRON REAKTOR PLTN PWR 1000 MWe MENGGUNAKAN PROGRAM MCNP,

Oleh: Dr. Amir Hamzah, p.  pdf (329K)


ANALISIS KARAKTERISTIKA KOEFISIEN REAKTIVITAS TEMPERATUR RGTT200K DENGAN BERBAGAI PENGAYAAN BAHAN BAKAR,

Oleh: Dr. Hery Adrial, p.  pdf (687K)



ANALISIS DISTRIBUSI LAJU ALIR DESAIN TERAS REAKTOR RISET BERBAHAN BAKAR TINGKAT MUAT TINGGI,

Oleh: Dr. Muh. Darwis Isnaini, Endiah Puji Hastuti dan Muh. Subekti, p.  pdf (187K)


Photo by: A.N. at Nuclear Energy Conference

Ucapan Terima Kasih Kepada:

Bpk. Insan Arif Hidayat, S.Pd., M.Sc.
Kak Iqbal Robiyana, S.Pd.
Kang Deden Anugrah S.Pd.

Sumber:

1. http://www.batan.go.id/ptrkn/

2. http://fpmipa.upi.edu/

3. http://nuclearscienceandtechnology.blogspot.com/  (Sekolah Sains dan Teknologi Nuklir)



Maju Terus Ilmu Pengetahuan Bangsa

Semoga Bermanfaat

Friday, March 1, 2013

Nuclear Power in the 21st Century




It will be difficult for the world to achieve the twin goals of ensuring sustainable energy supplies and curbing greenhouse gases without nuclear power.
The International Atomic Energy Agency helps its Member States to use nuclear technology for a broad range of peaceful purposes, one of the most important of which is generating electricity.



Source:

Dr. Yukiya Amano, IAEA Director General

Kunjungi Juga:


http://nuclearscienceandtechnology.blogspot.com/  (Sekolah Sains dan Teknologi Nuklir)


http://ocw.mit.edu/courses/nuclear-engineering/ (Nuclear Engineering OpenCourseWare from MIT)


http://fisika.upi.edu/ (Jurusan Pendidikan Fisika, FPMIPA Universitas Pendidikan Indonesia) 

Tuesday, February 12, 2013

Agenda Pengembangan Energi Indonesia


"My physics teacher, Thomas Miner was particularly gifted. To this day, I remember how he introduced the subject of physics. He told us we were going to learn how to deal with very simple questions such as how a body falls due to the acceleration of gravity."
~Prof. Steven Chu, Ph.D. Peraih Nobel Fisika dan Mantan Menteri Energi AS~ 

At the time of his appointment as Energy Secretary, he was a professor of physics and molecular and cellular biology at the University of California, Berkeley and the director of the Lawrence Berkeley National Laboratory, where his research was concerned primarily with the study of biological systems at the single molecule level.

Previously, he had been a professor of physics at Stanford University. He is a vocal advocate for more research into renewable energy and nuclear power, arguing that a shift away from fossil fuels is essential to combating climate change. For example, he has conceived of a global "glucose economy", a form of a low-carbon economy, in which glucose from tropical plants is shipped around like oil is today.

Energi Terbarukan

Indonesia juga mempunyai potensi yang luar biasa dengan energi terbarukan seperti panas bumi, tenaga air, tenaga surya, tenaga angin dan biofuel. Indonesia memiliki potensi panas bumi terbesar di dunia yaitu 29,038 GW. Namun demikian pemanfaatannya masih kecil yaitu sebesar 1.189 MW.

Pemanfaatan energi terbarukan lainnya yang berasal dari tenaga air, tenaga surya dan tenaga angin masih terbatas. Tenaga air dimanfaatkan hanya 7,54% dari potensi sebesar 75,670 MW. Biomass digunakan hanya 3,25% dari sumber daya 49,810 MW.


Sedangkan kapasitas terpasang dari tenaga surya sebesar 13.5MW dan tenaga angin hanya 1.87 MW. Untuk biodiesel hanya dimanfaatkan sekitar 10% dari kapasitas produksi. Sedangkan bioetanol produksinya masih relatif kecil.

Kekayaan Energi Indonesia dan Pengembangannya


Kebutuhan energi dunia terus mengalami peningkatan. Menurut proyeksi Badan Energi Dunia (International Energy Agency-IEA), hingga tahun 2030 permintaan energi dunia meningkat sebesar 45% atau rata-rata mengalami peningkatan sebesar 1,6% pertahun. Sekitar 80% kebutuhan energi dunia tersebut dipasok dari bahan bakar fosil, utamanya BBM.

Pertambahan laju pertumbuhan penduduk dan peningkatan GDP menyebabkan permintaan energi dunia semakin meningkat. Di sisi lain cadangan BBM dunia semakin berkurang. Hal ini menimbulkan ketidakseimbangan permintaan dan penawaran. Akibatnya harga minyak dunia berfluktuasi. Duniapun mencari alternatif energi baru untuk mengatasi ketergantungan pada BBM.

Dalam batas tertentu keadaan ini juga dialami Indonesia. Saat ini Indonesia masih mengandalkan BBM untuk memasok kebutuhan dalam negeri. Sayangnya sebagian kebutuhan BBM harus diimpor. Padahal Indonesia sesungguhnya diberkahi anugerah energi lain yang melimpah. Indonesia memiliki energi baru dan terbarukan dalam berbagai macam, antara lain batubara, coal bed metane (CBM), shale gas, panas bumi, tenaga surya dan biofuel juga Potensi Pengembangan Energi Nuklir.

Indonesia perlu mengelola sumber energi dengan efisien dan efektif dalam mencapai bauran energi di masa mendatang. Agar tujuan ini tercapai, ada sejumlah agenda penting dalam pengembangan kekayaan energi di Indonesia. 

Pertama, perlunya kebijakan dan regulasi yang mendukung pengembangan pemanfaatan energi di Indonesia. Kebijakan ini utamanya berkaitan dengan pemanfaatan energi for what and how dan aksi implementasi konkrit yang sistematis. Regulasi pendukung juga diperlukan seperti tumpang tindih lisensi, hutan lindung, kepastian investasi, Domestic Market Obligation (DMO), pengawasan produksi dan ekspor. 

Kedua, dalam pengembangan energi dibutuhkan infrastruktur pendukung distribusi terutama angkutan kereta api, jalan dan pelabuhan. Karena keterbatasan anggaran APBN, skema PPP (Public Private Pertnership) bisa dijadikan pertimbangan. Peran pemerintah dibutuhkan dalam hal Perijinan dan kepastian investasi, pembebasan lahan, serta penyiapan dokumen proyek dan penjaminan. 

Ketiga, pemerintah mendorong pemanfaatan teknologi lebih efisien dan bersih. Dalam pemanfaatan batubara misalnya, teknologi yang diperlukan berkaitan dengan pemanfaatan langsung (listrik dan industri), CWM (coal water mixture), konversi menjadi BBM, BBG atau kokas serta upgrading dari low rank menjadi high rank (Steam Tub Dryer, dan Geo Coal). Jika kebutuhannya mendesak, dapat dipertimbangkan penggunaan teknologi proses Sasol yang sudah terbukti berhasi di Afrika Selatan. 

Keempat, diperlukan insentif fiskal berorientasi perspektif jangka menengah dan panjang. Insentif fiskal diperlukan untuk pengembangan energi sesuai dengan keperluannya. Disamping itu diperlukan insentif untuk pembangunan industri energi dan pengembangan sumber-sumber baru, terutama di daerah remote dan terbatas infrastruktur.

Kelima, perlu adanya kelembagaan yang dimiliki oleh pemerintah pusat yang khusus menangani produksi energi tertentu. Agar tidak membebani keuangan negara, disarankan ditugaskan BUMN yang ada untuk menangani khusus produksi, misalnya Batubara dicairkan, pembangunan pembangkit listrik baru, dan penambahan jumlah perusahaan pengelola energi di tanah air.

Menurut hemat penulis bahwasannya untuk memperkuat kedaulatan energi tanah air perlu juga dikembangkan kemampuan para ilmuwan, teknisi dan pusat-pusat penelitian energi di Indonesia dengan cara melibatkan Institusi pendidikan di setiap Universitas dan juga peran masyarakat serta pemerintahan daerah. 

"Orang yang hebat tidak dihasilkan melalui kemudahan, kesenangan dan kenyamanan, mereka dibentuk melalui kesukaran, tantangan dan air mata."
~Dahlan Iskan, Menteri BUMN Fenomenal Indonesia~

Sumber: 

Prof. Dr. Jusuf
Staf Khusus Presiden Bidang Pangan dan Energi

 
Ucapan Terima Kasih:


Guru, Dosen, Keluarga dan Sahabat Seperjuangan


Juga Kepada : 

1. Kementrian ESDM
http://www.esdm.go.id

2. BATAN
http://www.batan.go.id

3. Universitas Pendidikan Indonesia
http://www.upi.edu

4. Bapak Darmawan Prasodjo, M.Sc., Ph.D.
Dosen, Profesor Ekonomi dan Direktur Indonesia Center for Green Economy di Surya University, Alumni Texas A & M University, Nicholas Institute for Environmental Policy Solutions, Duke University, USA.
Chief Editor and Founder Petronomist
http://petronomist.com


Kunjungi Sekolah Online Kami di:
 
Nuclear Science & Technology School: Nuklir Power sebagai pemercepat Kesejahteraan Umat Manusia.

http://nuclearscienceandtechnology.blogspot.com

Thursday, November 1, 2012

Bulletin of Nuclear Reactor Operation from BATAN


A nuclear reactor is a device to initiate and control a sustained nuclear chain reaction. Nuclear reactors are used at nuclear power plants for generating electricity and in propulsion of ships. Heat from nuclear fission is passed to a working fluid (water or gas), which runs through turbines. These either drive a ship's propellers or turn electrical generators. Nuclear generated steam in principle can be used for industrial process heat or for district heating. Some reactors are used to produce isotopes for medical and industrial use, or for production of plutonium for weapons. Some are run only for research.


 

REAKTOR - Buletin Pengelolaan Reaktor Nuklir

 

Buletin Pengelolaan Reaktor Nuklir "REAKTOR" ditebitkan oleh Pusat Serba Guna (PRSG) BATAN, frekuensi terbit enam bulanan. Jurnal ini mempublikasikan naskah-naskah hasil kegiatan riset dan kegiatan teknis pengelolaan perangkat nuklir dan sebagainya.
Lihat Jurnal | Terbitan Terkini | Daftar


Sumber: Badan Tenaga Nuklir Nasional


Kunjungi juga:

http://www.batan.go.id/  (BATAN)
 
http://www.iaea.org/ (International Atomic Energy Agency)

http://nuclearscienceandtechnology.blogspot.com/  (Sekolah Sains dan Teknologi Nuklir)

http://masyarakatipteksindonesia.blogspot.com/2010/02/nuklir-indonesia_8979.html (Masyarakat Nuklir Indonesia)

http://www.sttn-batan.ac.id/ (Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir BATAN)

http://ocw.mit.edu/courses/nuclear-engineering/ (Nuclear Engineering OpenCourseWare from MIT)

http://fisika.upi.edu/ (Jurusan Pendidikan Fisika, FPMIPA Universitas Pendidikan Indonesia)



Ucapan Terima Kasih Kepada:

Kak Rezy Pradipta, Ph.D.
(Alumni Tim Olimpiade Fisika Indonesia, Belajar di Department of Nuclear Engineering at MIT)

Dr. Mohamed Mustafa ElBaradei, J.S.D. (Former Director General of IAEA)

Prof. Mujid S. Kazimi, Ph.D. (Director, Center for Advanced Nuclear Energy Systems MIT)

Prof.Djarot Sulistio Wisnubroto, M.Sc., D.Sc. (Presiden BATAN)

Kak Iqbal Robiyana, S.Pd. (Founder Center for Nuclear Education at Indonesia University of Education)

Dr. Petros Aslanyan, M.Sc. (Joint Institute for Nuclear Research, Rusia & Yerevan State University)

Semangat Semoga Bermanfaat  

Friday, June 19, 2009

The People

Albert Einstein
Albert Einstein, 1921
Albert Einstein, 1921
Born 14 March 1879(1879-03-14)
Ulm, Kingdom of Württemberg, German Empire
Died 18 April 1955 (aged 76)
Princeton, New Jersey, USA
Residence Germany, Italy, Switzerland, USA
Citizenship Württemberg/Germany (1879–96)
Switzerland (1901–55)
Austria (1911–12)
Germany (1914–33)
United States (1940–55)
Ethnicity Ashkenazi Jewish
Fields Physics
Institutions Swiss Patent Office (Berne)
University of Zurich
German Karl-Ferdinands-Universität, Prague
ETH Zurich
Prussian Academy of Sciences
Kaiser Wilhelm Institute
University of Leiden
Institute for Advanced Study
Alma mater ETH Zurich
University of Zurich
Doctoral advisor Alfred Kleiner
Other academic advisors Heinrich Friedrich Weber
Notable students Ernst G. Straus
Known for General relativity
Special relativity
Photoelectric effect
Brownian motion
Mass-energy equivalence
Einstein field equations
Unified Field Theory
Bose–Einstein statistics
Notable awards Nobel Prize in Physics (1921)
Copley Medal (1925)
Max Planck Medal (1929)
Person of the Century
Religious stance See main text
Signature
Albert Einstein's signature


J. Robert Oppenheimer
Robert Oppenheimer (1904–1967), "the father of the atomic bomb", worked on the first nuclear weapons before becoming a government advisor.
Robert Oppenheimer (1904–1967), "the father of the atomic bomb", worked on the first nuclear weapons before becoming a government advisor.
Born April 22, 1904
New York, New York, U.S.
Died February 18, 1967
(aged 62)
Princeton, New Jersey
Residence United States
Nationality American
Ethnicity Ashkenazi Jewish
Fields Physics
Institutions Manhattan Project
University of California, Berkeley
California Institute of Technology
Institute for Advanced Study
Alma mater Harvard University
University of Cambridge
University of Göttingen
Doctoral advisor Max Born
Doctoral students Willis Lamb
David Bohm
Robert Christy
Melba Phillips
Philip Morrison
Siegfried Wouthuysen
Other notable students Julian Schwinger
Stan Frankel
Samuel W. Alderson
Known for Atomic bomb development
Tolman-Oppenheimer-Volkoff limit
Oppenheimer-Phillips process
Notable awards Enrico Fermi Award
Notes
Brother of physicist Frank Oppenheimer