Saturday, May 18, 2013

Apa itu Explosive Material?

"Nuclear energy is the scientific achievement of the Iranian nation." 
~Dr. Mahmoud Ahmadinejad, Sang Singa Padang Pasir~


"Getih nu ngocor kudu kabayar 
Hutang getih di bayar getih 
 Cunuk kana mangsana, ninggang kana waktuna 
Pikeun ngabales kanyeri, pikeun ngabayar kangewa 
Hutang uyah di bayar uyah 
Hutang Pati di bayar Pati"

Sebuah lirik hariring yang sangat keras, mengapa ada lirik begitu keras keluar dari budaya Sunda, padahal orang-orang Sunda terkenal akan budi-nya yang ramah tamah dan sangat cinta alam serta perdamaian?

Ternyata ada pergeseran budaya yang tengah terjadi pada budaya kita.

Budaya kekerasan dan permusuhan tengah merasuki masyarakat kita.

Anak-anak dan remaja telah digiring oleh sesuatu untuk membenci kalangan tertentu yang bisa menjadi permusuhan turun-temurun. 

Games, Permaianan anak-anak telah mengubah pola pikir mereka menjadi manusia-manusia yang menyukai peperangan dan pertumpahan darah.

Namun sejatinya masyarakat tanah air adalah bangsa yang cinta damai tapi juga adalah bangsa yang gagah dan tidak mau di jajah oleh bangsa-bangsa asing lagi.

Oleh karena itu setiap potensi ancaman harus di-respon secara cepat dan tepat serta bijaksana.


Akhir-akhir ini media massa dipenuhi dengan berita peledakan bom di mana-mana, mulai dari Suriah, Irak, Pakistan, Amerika bahkan sebagian wilayah Eropa, ada apa ini sebenarnya?

Kisah peledakan yang menghilangkan nyawa banyak orang di Indonesia tahun-tahun lalu jangan sampai terulang kembali. Sistem keamanan yang memungkinkan antisipasi akan datangnya serangan mendadak perlu diperkuat.

Di bahawh ini kami akan sajikan beberapa pengetahuan seputar bahan-bahan yang dapat menimbulkan ledakan dahsyat berbahaya.


Mengenal Bahan-Bahan Peledak

An explosive material, also called an explosive, is a reactive substance that contains a great amount of potential energy that can produce an explosion if released suddenly, usually accompanied by the production of lightheatsound, and pressure. An explosive charge is a measured quantity of explosive material.
This potential energy stored in an explosive material may be:
Explosive materials may be categorized by the speed at which they expand. Materials that detonate (explode faster than the speed of sound) are said to be "high explosives" and materials that deflagrate are said to be "low explosives". Explosives may also be categorized by their sensitivity. Sensitive materials that can be initiated by a relatively small amount of heat or pressure are primary explosives and materials that are relatively insensitive are secondary or tertiary explosives.
A wide variety of chemicals can explode; a smaller number are manufactured in quantity as explosives. The remainder are too dangerous, sensitive, toxic, expensive, unstable, or decompose too quickly for common usage.

Applications:


Military



Civilian


Safety



"Hidup ini saling berbagi & saling memberi. Tak perlu saling menyakiti. Menjadi mulia, jika saling bertenggang rasa."
~Jendral Purn. Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono, M.A.~

Substansi bahan peledak dapat dibedakan berdasarkan efek reaksi, kompisisi dan kegunaannya. Bahan peledak untuk kepentingan militer dibagi menjadi bahan peledak kekuatan tinggi (PKT, efek ledakannya ekstrim ) serta bahan peledak kekuatan rendah (PKR, terdiri dari materi yang mudah terurai). 

Sekalipun disebut PKR, namun dalam beberapa kondisi tertentu jenis bahan peledak ini dapat menimbulkan efek yang setara dengan PKT. Berdasarkan kompisisi bahan peledak dibedakan menjadi bahan peledak campuran (BPC) dan bahan peledak senyawa. 

Sementara itu berdasarkan kegunaannya, bahan peledak dibedakan sebagai : 

Pembakar dan Bahan Peledak Impuls:
Kategori ini menempatkan bahan peledak sebagai pencetus ledakan senjata, roket dan misil, serta torpedo. 

Hasilnya merupakan kebakaran dan masuk kedalam jenis BPR. 

Bahan Peledak Perusak:

Kategori ini menempatkan bahan peledak sebagai alat perusak. Dimanfaatkan sebagai bagian atau keseluruhan dari ranjau, bom, misil dan hulu ledak torpedo. 

Bahan Peledak Pemicu:

Untuk menghasilkan sebuah ledakan, dibutuhkan energi dalam bentuk tertentu. Bagian pembakar akan dipicu oleh pemantik api, hingga hasil bakaran akan membuat bahan peledak menghasilkan ledakan yang dahsyat. 

Alat yang digunakan untuk memantik api disebut "primer". 

Sementara alat yang memicu reaksi ledakan disebut sebagai "detonator" 

Bahan Peledak Pendukung:

Kategori ini memasukkan bahan peledak sebagai alat pembakar yang relatif tidak sensitif dan membutuhkan bantuan untuk menghasilkan reaksi ledakan. 

Bahan Peledak Pendukung beserta alat pembakarnya disebut sebagai pemicu ledakan dan terdiri dari materi penghasil api yang mampu menyelimuti bagian pembakar.

Istilah Booster diberikan kepada Bahan Peledak Pendukung yang digunakan bersama-sama dengan Bahan Peledak Perusak dan menghasilkan jenis bahan peledak yang sangat sensitif. 

Substansi Piroteknik:

Substansi Priteknik biasanya digunakan oleh kalangan militer sebagai alat untuk membantu penglihatan atau sebagai pemicu dari beberapa jenis senjata.

Komposisi yang ada termasuk kedalam PKR karena reaksi pembakaran yang dihasilkan cukup rendah. 

Karakteristik yang dimiliki adalah intensitas cahaya ( pencahayaan), masa pembakaran, warna dan efisiensi cahaya yang diproduksi. Untuk kepentingan militer biasanya ditambahkan bahan peledak dalam takaran tertentu yang disesuaikan dengan jenis bakaran yang diinginkan. 

Bahan kimia untuk kepentingan militer merupakan substansi yang mampu memberikan efek melumpuhkan atau menghalau musuh, reaksi asap, dan efek bakar, bahkan kombinasi dari kesemuanya.

Bahan kimia ini terdiri dari senyawa dan campuran selain substansi piroteknik dan digunakan sebagai pengisi perangkat artileri, mortar, ranjau, granat, roket dan bom.

Bahan kimia tersebut dibedakan berdasarkan tujuan taktis, efek psikologis dan tujuan penggunaan. 

Gas Militer:

Gas militer merupakan bahan kimia atau kombinasi bahan kimia yang mampu menghasilkan efek racun maupun gangguan psikologis. 

Dapat berbentuk padat, cair maupun gas, sebelum maupun setelah digunakan. 

Termasuk kedalam golongan reaksi panjang, apabila masih efektif setelah 10 menit digunakan, atau merupakan golongan reaksi pendek bila menjadi tidak efektif setelah berselang 10 menit dari penggunaannya. Gas militer kan dibedakan lagi berdasarkan reaksi racun serta gangguan yang dihasilkan. 

Selimut Asap:

Merupakan awan asap yang terdiri dari baik partikel padat maupun cair, bahkan keduanya yang memuai di udara. 

Pemantik: 

Sebuah pemantik dapat berbentuk padat, cair maupun gel semiplastik yang dapat menghasilkan api dan membakar bahan bakaran karena sifat dasarnya yang mudah terbakar, yang juga dimanfaatkan untuk melukai atau melumpuhkan musuh. 

Gas Militer Tersimulasi:

Bahan kimia dari gas militer tersimulasi merupakan bahan dasar sebenarnya nontoksik yang biasanya digunakan untuk latihan militer.

Memaknai Kehidupan Sang Lebah


Rasulullah Saw. bersabda, “Perumpamaan orang beriman itu bagaikan lebah. Ia makan yang bersih, mengeluarkan sesuatu yang bersih, hinggap di tempat yang bersih dan tidak merusak atau mematahkan (yang dihinggapinya).” (Ahmad, Al-Hakim, dan Al-Bazzar) Seorang mukmin adalah manusia yang memiliki sifat-sifat unggul.

Sifat-sifat itu membuatnya memiliki keistimewaan dibandingkan dengan manusia lain. Sehingga di mana pun dia berada, kemana pun dia pergi, apa yang dia lakukan, peran dan tugas apa pun yang dia emban akan selalu membawa manfaat dan maslahat bagi manusia lain.

Maka jadilah dia orang yang seperti dijelaskan Rasulullah saw., “Manusia paling baik adalah yang paling banyak memberikan manfaat bagi manusia lain.”

Tidak pernah melukai kecuali kalau diganggu

Lebah tidak pernah memulai menyerang. Ia akan menyerang hanya manakala merasa terganggu atau terancam. Dan untuk mempertahankan “kehormatan” umat lebah itu, mereka rela mati dengan melepas sengatnya di tubuh pihak yang diserang. 

Sikap seorang mukmin: Musuh tidak dicari. Tapi jika ada, tidak lari.

Indonesia Bisa

Semoga Kemanan dan Perdamaian Milik Kita Semua.

Amin.

No comments:

Post a Comment